BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Manusia merupakan makhluk Allah yang
paling sempurna dibandingkan ciptaan lainnya karena manusia dibekali dengan
akal dan hati sebagai pembeda antara yang haq dan yang batil. Sebagaimana telah
dijelaskan dalam al-quran tentang kesempurnaan penciptaan manusia itu kemudian
semakin disempurnakan oleh Allah dengan mengangkat manusia sebagai khalifah
dimuka bumi yang mengatur alam dan ekosistem ilahiyah yang rahmatan lil alamin,
menaburkan potensi keselarasan kemanfaatan musyawarah dan kasih sayang
kepenjuru alam serta memberdayakan seluruh ciptaan-Nya agar bermakna.
Keberadaan manusia dengan predikat yang
paling sempurna itu tidak selamanya membawa manusia menjalani kehidupannya
dengan kesenangan dan kebahagiaan, kesedihan dan kesengsaraan. Kesedihan dan
kesengsaraan membuntuti perjalanan hidup manusia. Karena manusia dikaruniai kemampuan dengan derajat paling
tinggi, maka kesenangan, kebahagiaan dan kesedihan atau kesengsaraan itu berada
ditangan manusia itu sendiri.
Mengingat keadaan seperti itulah, maka manusia
memerlukan upaya untuk menjaga agar dirinya tetap bahagia dan tidak
terjerumuskan kedalam lembah kehinaan. Potensi-potensi yang ada pada diri
manusia itulah yang akan mengantar manusia menuju kearah akhsani taqwim (potensi terbaik) dan tidak terjerumusLihat selengkapnya... klik disini.
Klik disini untuk melihat koleksi kami
Tidak ada komentar:
Posting Komentar